Senin, 03 Desember 2012
'' WADUK KEDUNG OMBO''
Lokasi objek wisata Waduk Kedung Ombo terletak di Desa Rambat, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan kurang lebih 29 Km kearah selatan kota Purwodadi. Waduk ini merupakan salah satu bendungan terbesar yang pernah dibangun oleh pemerintah. Waduk yang mulai dibangun sekitar Tahun 1980, dan selesai pada Tahun 1991.
Lokasi Waduk Kedung Ombo tidak hanya terletak di Kabupaten Grobogan, melainkan menjadi batas wilayah antara Kab. Sragen dan Kab. Boyolali. Waduk ini dibangun pada pertemuan Sungai Uter dan Sungai Serang yang terletak persis di Dukuh Kedungombo, Desa Ngrambat, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan.
Kawasan Waduk Kedung Ombo mempunyai area seluas kurang lebih 6.576 Ha yang terdiri dari lahan perairan seluas 2.830 Ha dan lahan dataran seluas 3.746 Ha. Terdapat banyak pohon-pohon yang tumbuh di area waduk sehingga membuat suasana lebih asri dan rindang sehingga membuat para pengunjung betah disana.
Selain disuguhi pemandangan nan indah, bagi pengunjung yang suka berlayar, disana juga disediakan jasa berpetualang atau memutari bendungan dengan perahu motor. Ditambah lagi terdapat area bermain anak yang asri dan rindang sehingga membuat anak-anak betah bermain disana.
Jika Anda penyuka ikan bakar atau hobi mengail ikan? Jangan khawatir, di Waduk Kedung Ombo juga tersedia tempat pemancingan sekaligus warung yang menjajakan aneka makanan olahan berbahan ikan. Begitu turun dari kendaraan di area parkir, aroma wangi ikan yang dibakar atau digoreng langsung menyergap, mengundang selera makan.
Di kawasan Waduk Kedung Ombo, tepatnya di desa Ngargotirto, telah dibangun arena pacuan kuda dengan lintasan sepanjang 600 meter. Arena pacuan kuda yang diberi nama ‘Nyi Ageng Serang’ itu merupakan miniatur dari lapangan pacuan kuda Pulo Mas Jakarta. Pada bulan Desember 2006 silam di lokasi tersebut dilangsungkan kejuaraan pacuan kuda tingkat nasional memperebutkan piala Gubernur Jawa Tengah.
Potensi pengembangan obyek wisata adalah memperbanyak homestay yang menyatu dengan rumah penduduk, sehingga para wisatawan dapat tinggal lebih lama di kawasan Waduk Kedung Ombo. Adanya homestay membuat wisatawan dapat melihat dari dekat kehidupan sehari-hari masyarakat, dan bahkan menjalani kehidupan seperti penduduk lokal, selang beberapa waktu.
Investasi juga dapat ditanam di sektor perikanan darat dengan metode karamba dan dilengkapi restoran apung. Di bantaran seputar waduk, cocok untuk mengembangkan usaha agrobisnis buah-buahan dan sayur mayur. Selain dekat dengan sumber air yang diambil dari waduk, kualitas air waduk juga bersih dari polutan.
Bila tak ingin setengah-setengah menerjuni bisnis pariwisata, investor bisa mengembangkan kompleks wisata terpadu di Kedung Ombo. Investor dapat memanfaatkan obyek wisata air, karamba serta restoran apung, dan arena pacuan kuda yang sudah tersedia, sembari membangun wisata agrobisnis, taman safari, lapangan golf, dan juga kereta gantung untuk menikmati pemandangan kompleks Kedungo mbo dari ketinggian. Bila kompleks wisata terpadu ini terwujud, pengunjung pasti akan memperoleh petualangan mengesankan, unik, dan dirindukan.
*BLEDUG KUWU*
Obyek wisata ini terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, 28 kilometer ke arah timur kota Purwodadi. Kawasan wisata yang secara geografis terletak di dataran rendah bersuhu 28-36° Celcius ini menyajikan letupan gelembung lumpur raksasa yang mengeluarkan percikan air dan garam. Adanya kandungan garam di tempat itu oleh masyarakat setempat dimanfaatkan untuk membuat garam secara tradisional dan sangat menarik untuk dinikmati.
Legenda terjadinya Bledhug Kuwu :
Dikisahkan, pada sekitar abad ke-7 Masehi, daerah Grobogan termasuk dalam wilayah Kerajaan Medang Kamolan yang diperintah oleh Dinasti Sanjaya/Syailendra. Salah seorang raja dari dinasti ini adalah Dewata Cengkar, seorang yang konon amat gemar makan daging manusia. Karena kesukaan raja yang aneh tersebut, membuat rakyat merasa ketakutan. Mereka tidak ingin menjadi santapan sang raja yang haus darah itu. Berbagai cara dilakukan untuk melawan sang raja, tetapi semuanya sia-sia saja. Tak ada yang bisa mengalahkan kesaktian sang raja.
Ajisaka pun menyanggupi semua tawaran sang raja. Adapun permintaan terakhir Ajisaka kepada sang raja adalah, jika dia kalah dan tubuhnya dimakan oleh sang raja, Ajisaka memohon agar tulang-tulangnya nanti ditanam dalam tanah seukuran lebar ikat kepalanya. Tentu saja sang raja segera mengiyakan dan sama sekali tidak menduga bahwa ikat kepala Ajisaka itu adalah ikat kepala yang mengandung kesaktian. Ajisaka segera melepas ikat kepalanya dan kemudian menggelarnya di atas tanah. Ajaib, ikat kepala itu berubah menjadi melebar. Raja Dewata Cengkar menggeser tempat berdirinya. Hal itu berlangsung terus seiring dengan makin mebelarnya ikat kepala Ajisaka, sampai akhirnya Dewata Cengkar tercebur di Laut Selatan. Namun Dewata Cengkar tidak mati, sebaliknya, tubuhnya menjelma menjadi bajul (buaya) putih. Sepeninggal Dewata Cengkar, rakyat kemudian menobatkan Ajisaka sebagai raja di Medang Kamolan.
Jaka Linglung pun segera berangkat. Oleh Ajisaka, Jaka Linglung tidak diperkenankan melalui jalan darat agar tidak mengganggu ketenteraman penduduk. Sebaliknya, Ajisaka mengharuskan Jaka Linglung agar berangkat ke Laut Selatan lewat dalam tanah. Singkatnya, Jaka Linglung pun sampai di Laut Selatan dan berhasil membunuh Dewata Cengkar. Sebagaimana berangkatnya, kembalinya ke Medang Kamolan pun Jaka Linglung melalui dalam tanah. Dan sebagai bukti bahwa dia telah berhasil sampai di Laut Selatan serta membunuh Dewata Cengkar, Jaka Linglung tak lupa membawa seikat rumput grinting wulung dan air laut yang terasa asin.
Beberapa kali Jaka Linglung mencoba muncul ke permukaan, karena mengira telah sampai di tempat yang dituju. Kali pertama dia muncul di Desa Ngembak (kini wilayah Kecamatan Kota Purwodadi), kemudian di Jono (Kecamatan Tawangharjo), kemudian di Grabagan, Crewek, dan terakhir di Kuwu (ketiganya masuk Kecamatan Kradenan). Di Kuwu inilah, konon Jaka Linglung sempat melepas lelah. Dan tempat munculnya inilah yang kini diyakini menjadi asal muasal munculnya Bledhug Kuwu.
''KITAB GHOOYATU ATTAQRIIB''
*BAB BERSUCI*
*Beberapa air yang dapat digunakan untuk bersuci;
1.Air hujan
2.Air laut
3.Air sungai
4.Air sumur
5.Air sumber(mata air)
6.Air es
7.Air embun
*Air dibagi menjadi 4 macam;
1.Air suci mensucikkan dan tidak makruh digunakan (air muthlaq).
2.Air suci mensucikan tetapi makruh digunakan,yaitu air yang terkena panas matahari.
3.Air suci yang tidak dapat mensucikan,yaitu air yang sudah dipakai dan air yang tercampur dengan sesuatu yang suci.
4.Air yang terkena najis dan tidak lebih dari dua kulah atau dua kulah kemudian berubah(warna atau bau atau rasa).Dan dua kulah yaitu;500 ritl (timbangan irak).
Senin, 26 November 2012
Jumat, 23 November 2012
Mutiara yang kelam
MUTIARA YANG KELAM
:-) Siapakah dia?
Apabila saseorang ditanya "apakah
mutiara itu?"pasti orang tersebut akan menjawab ;Mutiara adalah suatu
benda yang menarik dan mengagummkan bagi setiap insan yang melihatnya atau
suatu benda yang menggambarkan kemegahan dan keistimewaan.Mutiara adalah suatu
benda yang biasa digunakan hisan tambahan pada kalung,gelang,antng dll.Mutiara tidak
dapat dimiliki oleh setiap orang,hanyalah sebagian kelompok manusia dari
kalangan elit yang dapat memilkinya,disebabkan harganya yang mahal.Karena
itulah mutiara dijaga dengan baik dan disimpan pada tempa yang aman.Akan tetepi
yang kami maksud mutiara disini bukanlah sebuah benda,melainkan makhluk yang
sempurna penciptaannya; yaitu kaum hawa (wanita).wanita diciptakan de gan
begitu menawan bagi setiap kaum adam.Wanita juga dinobatkan sebagai simbol
keindahan disetiap negara tanpan seorangpun yang memungkirinya.
Dari sinilah kami menyebut wanita
sebagai mutiara.Muncullah pertanyaan ke -2,"wanita yang bagaimanakah yang
dapat disebut sebagai mutiara?,disilah terjadi perbedaan pendapat, pendapat dari
kebanyakan orang;"wanita yang disebut mutiara adalah wanita yang cantik,
sexy,berpakaian modis dan tidak kolot",berbeda dari pendapat seseorang
yang mendahulukan akal sehat dan fitrohnya dari syahwatnya,yaitu;" wanita
yang baik dalam berpakaian, berakhlak mulia,menjaga kehormatannya,taat pada
Tuhan dan kedua orang tuanya",inilah pendapat yang sesuai dengan sabda Nabi
Muhammad SAW:" Dunia adalah perhiasan,dan sebaik - baiknya perhisan dunia
adalah wanita sholihah ".
Dewasa ini sulit kita temui
wanita yang sholehah yang berpakaian menutup auratnya,berakhlaq mulia,taat pada
agama dan kedua orang tuanya.Kebanyakan dari mereka berpakaian tipis dan ketat
sehing terlihat bentuk tubuhnya,
Langganan:
Komentar (Atom)

